Prinsipil Ekonomi: Memahami Ekonomi dengan Cara yang Mudah
Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menyelesaikan membaca buku berjudul Prinsipil Ekonomi: Memahami Ekonomi Dengan Mudah . Buku ini ditulis oleh Ferry Irwandi , seorang CEO dari Malaka Project sekaligus pencipta konten yang dikenal luas berkat pembahasannya mengenai politik, keuangan, dan isu-isu sosial.
Dalam perjalanan pendidikannya, Ferry Irwandi memilih menempuh pendidikan formal di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara . Setelah lulus, ia sempat mengabdi menjadi PNS di Kementerian Keuangan Republik Indonesia . Namun demikian, ia kemudian memutuskan untuk membatalkan diri dari pekerjaannya tersebut.
Dikutip dari kanal YouTube Ferry Irwandi, alasan utama dirinya mengundurkan diri dari profesi sebelumnya adalah karena ia ingin lebih fokus menjadi pencipta konten. Selain itu, ia juga ingin menghindari potensi konflik kepentingan yang mungkin muncul akibat profesinya sebagai aparatur negara. Oleh karena itu, keputusan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya saat ini.
Belakangan ini, banyak unggahan di Instagram yang merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh berbagai kalangan, khususnya anak muda yang ingin memahami ekonomi secara sederhana. Buku ini memang berusaha mengajak pembaca memahami konsep-konsep ekonomi dengan bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itulah, tanpa menunggu waktu lama, saya akhirnya tertarik dan berhasil mendapatkan buku ini dengan mudah melalui marketplace.
Prinsipil Ekonomi Ngak Melulu Soal Angka
Ekonomi pada dasarnya adalah ilmu tentang pilihan dan bagaimana orang memilih. Kenapa sih kita harus memilih? Sebab kita memiliki sumber daya yang terbatas dan mempunyai keinginan yang tidak terbatas. Sumber daya disini bukan hanya soal duit, modal, aset dan hal yang bersifat materil. Melainkan juga waktu, kesehatan, pikiran bahkan hubungan pertemanan.
Dari batasan tersebut, maka kita dihadapkan pada sebuah pilihan pada setiap detik, menit, waktu dan hari. Sehingga kita diharuskan membuat keputusan atas pilihan tersebut. Dalam buku ini dicontohkan, ketika kita pengen nonton film di bioskop. Kita ngeluarin sumber daya dalam bentuk uang buat beli tiket serta waktu untuk aktivitas nontonnya. Itu harga yang harus kita keluarkan untuk mendapatkan sumber daya “pengalaman menonton film di bioskop”.
Mengelola uang dimulai dari yang punya uang
Dalam buku ini dijelaskan bahwa jangan dulu mikirin bagaimana cara mengelola uang, kalau uangnya pun belum ada. Karena banyaknya konten yang ada di media sosial yang berkaitan dengan literasi keuangan yang mengharuskan kita menggunakan rumus 50-30-20 atau 70-20-10 atau harus disiplin sisihkan uang berapa persen untuk investasi dan seterusnya.
Rumus-rumus di atas tidak sepenuhnya buruk ataupun salah, tapi yang harus kita pahami kalau uangnya belum ada, kemudian langsung loncat ke rumus investasi yang ada hasilnya zonk . Bayangkan uang yang kita punya sekarang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya aja udah habis 90%. Terus gimana caranya mau pakai rumus 50-30-20 kalo uangnya aja udah terpakai 90%.
Keuangan ibarat sebuah rumah
Dalam buku Prinsipil Ekonomi: Memahami Ekonomi Dengan Mudah , literasi keuangan diibaratkan sebagai sebuah bangunan rumah yang terdiri atas tiga bagian penting, yaitu lantai, dinding, dan atap. Lantai menggambarkan bagaimana seseorang mendapatkan uang, dinding menggambarkan bagaimana seseorang menghabiskan uang, sedangkan atap melambangkan bagaimana seseorang berinvestasi serta mengembangkan uang yang dimiliki.
Melalui analogi tersebut, penulis ingin menegaskan bahwa pengelolaan keuangan harus dilakukan secara bertahap dan berurutan. Pertama-tama, seseorang perlu memaksimalkan kemampuan dalam memperoleh penghasilan. Setelah itu, barulah ia perlu membenahi pola pengeluaran agar tidak lebih besar dari pemasukan. Selanjutnya, jika dua fondasi tersebut sudah kuat, seseorang dapat mulai memikirkan investasi untuk mengembangkan aset keuangan yang dimiliki.
Dengan kata lain, investasi seharusnya bukan menjadi langkah pertama dalam literasi keuangan. Sebab, apabila seseorang belum lihai mencari uang dan masih memiliki pola pengeluaran yang berlebihan, maka keputusan untuk langsung terjun ke dunia investasi justru dapat menimbulkan risiko baru. Jangan sampai proses menjadi terbalik; baru belajar memperoleh penghasilan dan mengatur keuangan, tetapi sudah tergesa-gesa mengikuti tren investasi seperti crypto tanpa pemahaman yang matang.
Prinsipil Ekonomi sangat direkomendasikan dibaca
Jadi, buku Prinsipil Ekonomi Oleh Ferry Irwandi Memahami Ekonomi Dengan Mudah bisa menjadi salah satu rekomendasi bagi pembaca yang ingin memahami dasar-dasar ekonomi dengan cara yang mudah. Sebab, bahasa yang digunakan sangat sederhana dan santai. Kayak seorang teman yang lagi cerita di tempat tongkrongan. Serta contoh dan ilustrasi yang digunakan sangat populer sehingga dapat dipahami dengan sangat mudah ketika membaca buku ini.
___
Penulis: Mu’allim
Bagikan artikel ini :



Post Comment