Loading Now

Mu’allimin dalam Exhibition Art di Thailand

muallimin exhibition art thailand mengenalkan shibori

Dalam kegiatan Muallimin Exhibition Art Thailand pada 11 Desember 2022, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta memperkenalkan budaya lokal Yogyakarta berupa kerajinan “Shibori”.

Shibori merupakan handcraft lokal yang berkembang di Yogyakarta, khususnya di wilayah sekitar Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. Kerajinan ini menjadi salah satu bentuk ekspresi seni sekaligus pengenalan budaya Indonesia dalam kegiatan internasional tersebut.


Pelatihan Shibori bagi Siswa Muallimin

Dalam rangka mengenalkan kerajinan ini, siswa Muallimin terlebih dahulu diberikan pelatihan membuat Shibori. Mereka dilatih untuk melipat kain dengan berbagai pola seperti segitiga, persegi, dan jumputan.

Setelah proses pelipatan, siswa mempelajari tahap pewarnaan hingga finishing. Pelatihan ini menjadi bagian dari pembekalan sebelum mengikuti kegiatan Exhibition Art di Thailand.


Muallimin di Thailand dalam Kegiatan Scout Camp

Di Thailand, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Scout Camp yang diselenggarakan di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla. Dalam kegiatan tersebut, siswa Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah mengajak peserta dan pembimbing dari beberapa sekolah yang berasal dari Thailand dan Malaysia.

Pada tahap awal, siswa mempresentasikan karya Shibori yang telah mereka buat saat pembekalan. Mereka juga menjelaskan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Shibori.


Proses Pembuatan Shibori Bersama Peserta

Selanjutnya, siswa membagikan kepada setiap peserta selembar kain atau bahan kaos. Dalam kegiatan Muallimin Exhibition Art Thailand ini, siswa membawa 150 kain dan 25 kaos sebagai media praktik.

Peserta diajarkan proses awal melipat kain dalam beberapa bentuk. Sementara itu, siswa lainnya menyiapkan bahan untuk proses pewarnaan seperti pewarna, water glass, dan air.

Setelah proses pelipatan selesai, peserta diarahkan memasuki tahap pewarnaan. Mereka diberi kebebasan memilih warna sesuai keinginan. Siswa Mu’allimin mendampingi dengan sabar dan teliti.

Bahkan ketika peserta lupa warna yang tersedia di panci pewarna, siswa memastikan kembali dengan menguji warna tersebut di lengan tangan mereka agar hasilnya sesuai harapan peserta.

Setelah pewarnaan selesai, kain didiamkan kurang lebih 30 menit agar warna meresap dengan baik. Selanjutnya kain diurai, dibentangkan, dan dikeringkan.


Antusiasme Peserta Thailand dan Malaysia

Ketika hasil akhir terlihat, para peserta tampak ceria dan bahagia. Kain yang semula berwarna putih polos berubah menjadi pola berwarna sesuai pilihan mereka.

“Seronok sangat…” celetuk peserta dari Malaysia ketika melihat hasilnya.

“Suwai……” ujar peserta dari Thailand dengan penuh antusias.

Kerajinan Shibori yang telah selesai dibuat kemudian diberikan kepada peserta sebagai souvenir kegiatan Muallimin Exhibition Art Thailand tersebut.

#Songla, Thailand, 11 Desember 2022#

Bagikan artikel ini :

Post Comment