Loading Now

Pandangan Islam tentang Scrunchie

Hukum scrunchie hijab dan batas aman agar tidak menyerupai punuk unta

Scrunchie hijab sering dipakai agar cepol lebih rapi dan kuat. Namun, banyak hijabers bertanya: apakah penggunaan scrunchie bisa membuat bentuk kepala tampak seperti “punuk unta” yang disebut dalam hadits? Artikel ini membahasnya secara ringkas, termasuk batas aman dan tips pemakaian agar tetap sopan dan tidak berlebihan.

Apa itu scrunchie dan kenapa populer?

Scrunchie adalah ikat rambut berlapis kain yang umumnya lebih tebal daripada karet biasa. Karena bentuknya bervolume, scrunchie banyak disukai—termasuk oleh hijabers—untuk:

  • mengikat rambut lebih kuat,

  • membantu bentuk cepol lebih “berisi”,

  • dan membuat hijab terlihat rapi dari belakang.

Jenisnya pun beragam: velvet, pattern, transparan, rajut, sampai scrunchie khusus hijab.

Kenapa scrunchie bisa jadi masalah untuk hijabers?

Masalahnya bukan pada “scrunchie = haram”, tetapi pada hasil akhirnya: jika scrunchie membuat cepol terlalu besar hingga menonjol jelas di belakang/atas kepala, sebagian ulama mengaitkannya dengan larangan tampil berlebihan (tabarruj) dan hadits tentang “kepala seperti punuk unta”.

Dalam hadits Shahih Muslim, disebutkan gambaran perempuan yang “kepalanya seperti punuk unta (bukht)”. Sunnah
Sejumlah ulama menafsirkan bagian ini sebagai membesarkan kepala dengan kain/gelungan hingga tampak menonjol berlebihan. republika.id+1

Poin pentingnya: yang dilarang adalah bentuk yang menyerupai punuk (menonjol besar) dan dipakai untuk tampil mencolok—bukan sekadar mengikat rambut supaya rapi.

Apakah semua cepol hijab termasuk “punuk unta”?

Tidak otomatis.

Beberapa penjelasan ulama/rujukan menyebutkan bahwa isu utamanya adalah over-volume (dibuat besar/tinggi/menonjol), bukan sekadar adanya ikatan rambut di balik hijab.

Karena itu, yang perlu dijaga adalah batas aman—agar hijab tetap rapi namun tidak membentuk tonjolan besar yang menarik perhatian.

Tips aman memakai scrunchie untuk hijabers (praktis)

Kalau kamu tetap ingin pakai scrunchie, ini “aturan aman”-nya:

  1. Pilih scrunchie ukuran kecil/medium, hindari yang oversized untuk cepol hijab (karena paling berpotensi bikin tonjolan).

  2. Letakkan cepol rendah (low bun) di dekat tengkuk, bukan tinggi di atas kepala (lebih rawan tampak seperti punuk).

  3. Cek dari belakang (pakai kamera/teman/keluarga) apakah tonjolannya terlihat jelas.

  4. Utamakan fungsi rapih, bukan gaya bervolume. Kalau tujuan utamanya bentuk besar, itu yang sering masuk area “berlebihan”.

  5. Jika rambut panjang tebal, pertimbangkan ikat biasa + inner/ciput yang tidak menambah volume, daripada scrunchie tebal.

Scrunchie untuk selain hijab: boleh?

Sebagai aksesori rambut (bagi yang tidak berhijab) atau dipakai di tangan, scrunchie pada dasarnya masuk kategori aksesori biasa. Yang perlu dijaga tetap sama: tidak berlebihan dan tidak mengarah pada hal yang dilarang.

Kesimpulan

Hukum scrunchie hijab tidak bisa disamaratakan “haram/halal” hanya dari benda scrunchie-nya. Yang perlu diperhatikan adalah hasil bentuknya: jika membuat tampilan kepala/hijab jadi menonjol besar menyerupai punuk dan dipakai untuk tampil mencolok, maka sebaiknya dihindari. Hadits “punuk unta” dan penjelasan ulama banyak dipahami pada konteks membesarkan kepala/gelungan secara berlebihan.

Singkatnya: boleh untuk merapikan, jangan untuk membesarkan.


FAQ

1) Apakah scrunchie oversized untuk hijab boleh?
Lebih rawan membentuk tonjolan besar. Kalau hasilnya menonjol jelas, sebaiknya hindari.

2) Cepol rendah termasuk punuk unta?
Banyak pendapat membedakan. Yang ditekankan biasanya bentuk yang dibuat besar/tinggi/menarik perhatian. republika.id+1

3) Gimana cara tahu sudah “berlebihan”?
Kalau dari belakang tampak menonjol besar, atau sengaja dibentuk bervolume untuk gaya, itu indikator kuat untuk dikurangi.

_____

Zahrani Nuril Aghniya, Mahasiswa Aktif Universitas Islam Indonesia

Bagikan artikel ini :

Post Comment