Loading Now

Nail Art dalam Islam

nail art dalam Islam: apakah menghalangi wudhu?

Nail art dalam Islam sering jadi pertanyaan, apalagi ketika tren fashion dan kecantikan makin cepat berubah. Bukan hanya perempuan, sebagian pria juga ikut-ikutan mempermak kuku dengan berbagai warna, corak, dan aksesori yang sedang populer. Di satu sisi, nail art memang bisa meningkatkan rasa percaya diri karena style-nya bisa disesuaikan dengan selera. Namun di sisi lain, ada dua hal yang perlu dicermati: batasan syariat soal menyerupai lawan jenis, serta dampaknya pada wudhu dan sah tidaknya shalat. Karena itu, sebelum ikut tren, kita perlu memahami prinsip dasarnya—mana yang sekadar berhias wajar, dan mana yang justru menggeser nilai kehati-hatian seorang muslim dan muslimah.

Perkembangan tren fashion dan kecantikan saat ini semakin banyak digandrungi oleh masyarakat luas. Mulai dari usia anak-anak hingga orang tua sekalipun tidak mau dianggap kalah dan ketinggalan zaman.

Kita sadari bahwa tren kecantikan saat ini tidak hanya diperuntukkan untuk kaum wanita saja. Tren fashion pada pria pun tak kalah cepat dan pesat dalam perkembangannya. Kini fashion pria sudah lebih maju, terlihat lebih tampil keren dan menawan.

Sayangnya, hal ini tidak selalu ditanggapi dengan bijaksana oleh sebagian pria. Tidak heran jika saat ini sudah banyak ditemukan pria berpenampilan seperti wanita. Bahkan, lebih parahnya lagi, mereka tidak malu untuk mempermak kuku menggunakan nail art.

Nail art atau seni melukis di atas kuku merupakan salah satu tren populer yang banyak diminati. Karena banyaknya pilihan warna, corak, dan juga model yang ditawarkan, nail art selalu berada di urutan atas sebagai pelengkap fashion.

Dampak positif yang dirasakan oleh banyak orang yaitu mampu meningkatkan rasa kepercayaan dirinya, karena style nail art dipilih dan disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Namun, bagaimana dampak negatif nail art bagi tubuh? Selain itu, bagaimana nail art dalam Islam dipandang dari sisi syariat dan ibadah?

Kuku Sehat Cerminan Kondisi Tubuh

Kuku merupakan salah satu bagian tubuh manusia berukuran kecil yang tumbuh di ujung jari. Secara struktur, kuku tersusun atas protein keratin yang berperan penting dalam melindungi ujung jari dari berbagai macam kerusakan. Meski sering dianggap sepele, peran kuku sebenarnya cukup penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tampilan fisik kuku yang kita lihat sehari-hari dapat membantu untuk mengetahui status kesehatan seseorang. Karena itu, perlu diperhatikan jika terjadi perubahan warna dan bentuk pada kuku. Misalnya, kuku berwarna kekuningan dan rapuh dapat mengarah pada infeksi jamur. Kuku yang menghitam bisa menjadi tanda masalah serius tertentu, dan bintik-bintik tidak beraturan dapat berkaitan dengan gangguan kulit kronis seperti psoriasis. Intinya, kuku yang “berubah” patut kita cermati.

Perkembangan tren menjadikan banyak orang ingin melapisi kuku mereka dengan kutek dan aksesori lainnya, baik untuk kebutuhan pekerjaan atau sekadar keinginan. Dengan demikian, fungsi kuku sebagai “indikator” kondisi bisa jadi tidak mudah terlihat karena tertutup lapisan pewarna. Padahal, memiliki kuku yang sehat tanpa nail art memberikan banyak manfaat: kuku lebih kuat, lebih bersih, dan lebih terhindar dari masalah kuku yang tidak diinginkan.

Nail Art dalam Islam: Hukum dan Prinsip Umumnya

Islam merupakan agama yang sangat peduli terhadap kebersihan, kesucian, serta cinta keindahan. Meskipun demikian, dalam Islam Allah tetap melarang pria untuk menyerupai wanita, begitu pula sebaliknya. Karena itu, tren berhias seharusnya tidak menghapus batas yang sudah jelas dalam syariat.

Lalu, bagaimana nail art dalam Islam? Secara umum, berhias itu diperbolehkan selama tidak melanggar prinsip-prinsip keislaman. Namun, hal ini harus dicermati dengan saksama. Di sisi lain, realitanya memang ada tren kecantikan yang membuat batas antara pria dan wanita terasa “kabur”, padahal larangan menyerupai lawan jenis bukan perkara sepele.

Singkatnya, pembahasan nail art tidak hanya soal “boleh atau tidak”, tetapi juga soal siapa yang melakukan, niatnya, serta apakah ada pelanggaran syariat (termasuk dampaknya pada wudhu).

Apakah Nail Art Mengganggu Wudhu dan Shalat?

Bagian yang paling sering ditanyakan adalah soal wudhu. Kaidah sederhananya: air wudhu harus sampai ke bagian yang wajib dibasuh, termasuk kuku. Jika ada lapisan yang menghalangi air (seperti cat kuku yang benar-benar menutup), maka wudhu menjadi tidak sah.

Karena itu, beredarnya banyak pilihan jenis warna dan bahan kutek mengharuskan kita selangkah lebih selektif dalam memilih. Dari banyaknya jenis pewarna kuku yang ada, orang biasanya mencari yang disebut “ramah wudhu”.

Bagaimana dengan kutek “breathable/halal”?

Sebagian produk mengklaim air bisa menembus lapisan kutek tertentu. Namun, tetap perlu kehati-hatian. Bahkan jawaban MUI menekankan dua poin penting: bahan (kenajisan) dan tembus air atau tidak, karena jika tidak tembus air, dapat menghalangi keabsahan wudhu/bersuci.

Jadi, bukan sekadar “label”, melainkan kepastian sifatnya: benar tembus air, dan tidak bermasalah dari sisi bahan. Jika ragu, langkah paling aman tetap membersihkan kutek sebelum wudhu.

Tips Memilih Kutek yang Lebih Aman Sesuai Anjuran Agama

Berikut ini tips memilih jenis kutek yang lebih aman agar tidak menjadi penghalang ibadah:

  1. Pilih kutek berbahan dasar polimer tertentu yang diklaim lebih memungkinkan air/udara melewati lapisan. Namun, tetap pastikan klaimnya tidak sekadar iklan.

  2. Pilih kutek dengan komposisi alcohol-free dan tidak mudah menggumpal, agar lebih nyaman dipakai dan lebih mudah dibersihkan.

  3. Jika dua tips di atas sulit dilakukan, pilih kutek peel off sebagai pilihan terakhir karena lebih mudah untuk dibersihkan dan hemat waktu saat melepasnya (terutama ketika akan wudhu).

Namun, perlu ditekankan kembali: berhias untuk mempercantik diri dalam Islam sangat dianjurkan untuk kaum wanita, bukan pria. Karena itu, persoalan nail art tidak bisa dilepas dari adab dan batasannya.

Kesimpulan

Itulah beberapa tips dan pencerahan mengenai penggunaan nail art dalam pandangan Islam. Karena itu, sebagai umat muslim dan muslimah yang berakhlak mulia, sudah seharusnya bijaksana dalam mengikuti perkembangan zaman. Ambil yang baik, tinggalkan yang berpotensi menjerumuskan, agar tidak menyesal di kemudian hari.

FAQ Nail Art dalam Islam

1) Apakah nail art membatalkan wudhu?
Jika ada lapisan yang menghalangi air sampai ke kuku, wudhu tidak sah.

2) Apakah nail art boleh untuk wanita?
Boleh selama tidak melanggar prinsip syariat, dan tidak mengganggu wudhu/bersuci.

3) Apakah “kutek breathable” pasti aman untuk wudhu?
Tidak otomatis. Pastikan benar-benar tembus air dan tidak bermasalah dari sisi bahan; jika ragu, lebih aman dilepas sebelum wudhu.

Bagikan artikel ini :

Post Comment