Iman, Ketaatan, dan Ramadhan
Keutamaan puasa Ramadhan tidak hanya terletak pada aspek religius semata, tetapi juga mencakup manfaat kesehatan dan pembentukan karakter spiritual seorang muslim. Ibadah puasa yang Allah SWT turunkan di bulan Ramadhan mengandung dimensi iman, ketaatan, serta hikmah yang luas bagi kehidupan manusia.
Secara medis, puasa memiliki dampak positif terhadap tubuh. Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD-K Ger, FINASIM, SE, MM dari Fakultas Kedokteran UGM menjelaskan bahwa puasa dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Penelitian dari Journal of American Heart Association juga menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan tekanan darah, berat badan, dan kadar lemak tubuh.
Pentingnya Kesehatan dalam Puasa Ramadhan
Kondisi tubuh yang tidak sehat dapat memengaruhi kualitas puasa. Karena itu, umat Islam dianjurkan menjaga kesehatan sebelum dan selama Ramadhan.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
” نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ “
(رواه البخاري)
Artinya: “Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa kesehatan merupakan nikmat yang harus dijaga agar ibadah, termasuk puasa Ramadhan, dapat dilakukan secara optimal.
Iman sebagai Pondasi Puasa Ramadhan
Keutamaan puasa Ramadhan sangat bergantung pada keimanan pelakunya. Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Keimanan dapat bertambah dengan ibadah dan berkurang karena maksiat.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathu al-Baari menjelaskan bahwa iman seperti payung: ia terbuka karena ibadah dan tertutup karena maksiat.
Ketaatan dan Kesabaran dalam Puasa
Selain iman, ketaatan menjadi pondasi utama puasa Ramadhan. Ketaatan di sini berarti menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya selama berpuasa.
Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran [3]: 200)
Imam Ibnu Abi Dunya menjelaskan bahwa sabar terbagi menjadi tiga:
-
Sabar menghadapi musibah
-
Sabar dalam menjalankan ketaatan
-
Sabar dalam menjauhi maksiat
Dalam konteks puasa Ramadhan, sabar dalam menjalankan ketaatan sangat diperlukan: sabar menahan lapar dan haus, sabar menjaga lisan, serta sabar menjauhi segala hal yang membatalkan atau mengurangi pahala puasa.
Penutup
Keutamaan puasa Ramadhan tidak hanya terletak pada menahan lapar dan haus, tetapi juga pada pembentukan iman, ketaatan, kesabaran, dan kesehatan jasmani.
Mari kita siapkan keimanan dan ketaatan dalam menyambut Ramadhan dengan penuh kesadaran bahwa setiap ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mengantarkan pada rahmat dan keridhaan Allah SWT.
_____
Ahmad Aditiya Pratama, Thalabah PUTM & Founder Dakwah Sawa As-Sabil
Bagikan artikel ini :



Post Comment